Ngetrail 17an (Pitulasan) – Tanjakan Mak Mi Bikin Penasaran

Ngetrail 17an (Pitulasan) – Tanjakan Mak Mi Bikin Penasaran

/ By : / Category : The Event

Lamongan memiliki letak geografis yang lengkap. Dari sinilah muncul ide untuk mengeksplorasi spot trail adventure oleh trail enthusiast se Kabupaten Lamongan. Meski demikian, fokus membuat sebuah lokasi yang disebut dengan Wahana Trail Lamongan (WTL). Lokasi yang didominasi bukit dan hutan jati ini menjadi jalur baru yang khas dari Lamongan.

Acara yang bertajuk Ngetrail 17an (Pitulasan) yang digelar 20 Agustus lalu untuk memperingati HUT RI yang ke-72. Tentu hal ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi para simpatisan trail serta memperkenalkan WTL itu sendiri.

Komunitas trail di Lamongan terbilang yang cukup solid dan aktif di berbagai kegiatan dan event trail. Sehingga bisa dipastikan event Ngetrail 17an ini pun banyak dihadairi oleh off-roader dari luar kota.

Sentuhan urban enduro di awal start

“Kami terkejut dengan antusiasme peserta yang hadir. Kami tidak menyangka acara yang persiapannya hanya 1 minggu ternyata memiliki daya tarik luar biasa. WTL yang viral di medsos cukup membuat penasaran para peserta untuk menjajal langsung tanjakan yang dijuluki ‘Tanjakan Mak Mi’ tersebut,” bilang H. Yoyon dan Jiboz selaku ketua panitia gelaran ini.

Tanjakan Mak Mi ini memang memiliki daya dan cukup menarik penasaran. “Kita memang ingin menggali potensi yang dimiliki Lamongan. Beberapa bulan terakhir kita mencoba memberikan suguhan yang menantang untuk para pecinta trail adventure. Dan Tanjakan Mak Mi ini saat ini menjadi salah satu ikon baru di Lamongan,” terang Dhanang Arief salah satu pencetus tanjakan Mak Mi ini.

Paling krusial adalah ujung tanjakan, salah pelintir gas motor bisa terbang dan terpelanting

Nama Mak Mi diambil dari seorang wanita yang biasa menyiapkan anggota komunitas trail di Lamongan setelah melakukan aktivitas off-road. Dari sinilah, tercipta ide untuk menamai tanjakan tersebut yang diambil dari nama Mak Mi tadi. Dimana tanjakan tersebut memiliki panjang sekitar 35 meter. Meski demikian untuk sudut tanjakannya mencapai 75-80 derajat. Ditambah lagi komposisi dan kontur tanah khas hutan jati yang kering, membuat peserta harus jatuh bangun agar bisa menaklukkannya.

Meski hanya sepanjang 35m, tapi cukup membuat ngos-ngosan

Salah satu yang lolos adalah Cahyo Pelangi asal tuban. “Lamongan sekarang berubah drastis. Dari awal start, kita sudah disuguhi jalur yang teknikal. Butuh fisik prima untuk bisa melaluinya. Dan saya masih penasaran dengan Tanjakan Mak Mi. Tapi overall, suguhan jalurnya benar-benar aduhay,” terang Cahyo.

Kembali ke event Ngetrail 17an. Tidak kurang dari 800 peserta hadir untuk menjadi bagian ajang ini. Apalagi, selain spot dan jalur yang menarik, panitia juga mempersiapkan gimmick yang tidak kalah seru. Yakni  rintangan dengan konsep urban enduro. Dimana sebagai ajang pemanasan sebelum memasuki jalur sesungguhnya, panitia telah mempersiapkan handicap seperti bebatuan, ban dan kayu yang telah ditata sedemikian rupa.

Dhanang, menginginkan WTL menjadi lebih dikenal

Menurut Dhanang, event Ngetrail 17an yang lokasinya di seputar WTL adalah yang pertama kali. Karena memang WTL sendiri baru dibuat sekitar 3 bulan lalu. Yang pasti, ke depan. Semoga WTL menjadi ajang pemersatu para pecinta dan komunitas trail khususnya di Lamongan.

“Semoga, trail enthusiast Lamongan bisa lebih dikenal lagi. Mari melangkah ke depan bersama, jangan lihat ke belakang dan maju terus Lamongan,” pungkas Dhanang.

Selamat atas dibukanya WTL sebagai ikon baru trail di Lamongan. Salam Never Say Old. (nso)

Foto: WTL

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *